Drabble #4: Nasi Goreng


“Sudah, ngaku saja. Kamu nggak bisa bikin nasi goreng.”

Gadis itu berjinjit, mengintip cobek dan pergerakan ragu saya saat meletakkan dua siung bawang putih bersama dengan bumbu lain. Ia mendecakkan lidah, seolah segenggam merica yang saya ambil merupakan salah nalar dalam esai yang sudah tak tertolong lagi. Masalahnya ini bukan esai, dan sejak kapan pembeli boleh menunggu di sini?

“Saya ‘kan sudah bilang, tugas saya bukan bikin nasi goreng.”

“Tapi stan kamu nggak tutup dan nasi goreng masih ada di menu.”

“Tapi—“

“Tapi,” potongnya, “Tiap hari kamu makan nasi goreng! Kamu bahkan kerja di sini! Gimana bisa kamu nggak tahu bumbunya apa?”

“Tahu dari—“

“Sambil baca buku, sambil ngerjain tugas, di sela-sela kerja… kamu bahkan nggak sempat ngunyah. Kamu cuek aja makan jatah nasi goreng selama kerja di sini, abai sama yang lain. Kamu nggak tahu ‘kan di sekitar kamu jualan apa? Kamu nggak takut melewatkan semuanya dan beneran jadi robot?”

Satu detik, dua detik. Saya cuma bisa mengembuskan napas panjang. Tenggorokan saya masih sakit. Saya juga nggak mungkin terlihat marah ke pembeli. “Sebentar, saya nggak paham. Kamu kenapa marah-marah? Terus sejak kapan kamu hafal aktivitas saya? Kita saja baru pertama kali ngobrol hari ini.”

Kalau memungkinkan, mata gadis itu membulat dua kali lipat dari sekarang. “Nah, ‘kan! Kamu memang banyak nggak tahunya! Coba yang kamu lihat bukan cuma sendok dan mesin kasir, kamu pasti tahu kalau setiap hari aku makan di sini! Memangnya siapa yang kemarin ngasih kamu larutan penyegar? Kita bahkan sering duduk sebelahan di bus!”

Saya… cuma bisa melongo.

———

A/N

Ditulis untuk tantangan drabble dari sebuah komunitas, dan saya kelebihan hampir 100 kata. Ahaha. Hasilnya klise memang. Saya aja mengernyit nulisnya. Ng.

Advertisements

4 thoughts on “Drabble #4: Nasi Goreng”

    1. Waduh, sejak kapan nama saya berubah jadi mimin? Ahaha. Saya sebenarnya juga nggak rajin nulis, ini juga udah lama gak nulis. 😀 Terima kasih sudah mampir, semoga semangat selalu!

      1. makasih kak jingga… notif update kak jingga di emailku sering muncul jadi kayaknya produktif sekali ya kak jingga… terinspirasi banget deh … 😀 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s