#Written August: Lima Belas Menit (+Random Playlist Challenge!)


1501595286479

Adalah akhir lain juga.

“Kamu menelepon.”

Matanya melengkung, serupa setengah bulan yang mengerling jenaka ke arahku. Tawanya renyah, aku dengan mudah tertular. Tangannya meninggalkan saku celana, menepuk cepat tempat kosong yang ada di sampingnya. Mendekat, aku bisa lihat apa yang ia kenakan—celana panjang robek dan kaos lengan pendek bertuliskan ‘Green Day‘. Kepalaku otomatis menggeleng. “Dingin?”

Ia tertawa lagi. Kepalanya menggeleng pelan, lalu menatapku. Telapak tangannya saling mengusap cepat. “Teleponmu mati.”

“Lagi di-charge. Kenapa emangnya? Kenapa nelpon?”

Ia mengembuskan napas panjang, sambil mendongak tinggi menatap langit. Aku ikut menengok ke atas meskipun mustahil menangkap kerlip yang sama dengannya. Apalagi malam ini ada banyak sekali bintang, tampak gemerlap di antara kami. Matanya ganti menatapku, manik kami bersirobok dalam irama yang pas. Ia mengulas senyum baru, seolah menemukan kerlip yang ia cari di antara kami. Aku hanya menemukan bibirnya.

Dan percikan itu.

Lalu kerlap-kerlip baru, gemerlap saat bibir kami bersentuhan.

Aku mengerjap. Tawanya renyah saat mengguncang lenganku. Kedengarannya ringan, tapi aku masih tak bisa napas. Segala bunyi dan kata-kata seolah lenyap. Aku hanya sadar akan tangannya yang hangat.

“Aku sudah buka pengumumannya.”

Pikiranku kosong. “A-apa?”

“Seleksi beasiswa ke Jerman, aku sudah buka pengumumannya.” Ia mengibaskan rambutnya ke belakang, melanjutkan cepat kalimatnya. “Aku tahu pendapatmu soal ini, tak ada masalah dan kita bisa atur. Tapi rumit, aku tak seyakin kamu. Kita sama-sama tahu risikonya, akan sangat sulit. Aku juga nggak yakin kapan kembali.”

Kita harus putus. Aku bisa dengar lamat-lamat suaranya berbisik, meminta titik.

“Lucu,” kataku. “Memangnya kenapa? Kita nggak pacaran ‘kan, katamu kita te—“

“Kamu tahu kita nggak sesederhana itu.”

“Bahkan menurutmu kita nggak bisa berteman?”

Matanya melengkung, serupa setengah bulan yang mengerling jenaka ke arahku. Tawanya renyah, tapi kali ini aku tidak tertular. Sepasang manik kami bersirobok lagi, gemerlap lagi di antara kami. Aku mengangkat alis, bertanya. Kepalanya menggeleng perlahan, tangan hangat mengguncang lembut lenganku.

Wish me luck?”

“Kita bahkan baru di sini lima belas menit, eh? Kamu serius?”

Ia mengulas senyum baru.

Aku tertawa.

Jadi, benar begini saja? Seperti tidur siang, semua yang ada di antara kami hanya berlangsung sejenak untuk kemudian bangun. Bedanya di sini, tak seperti tidur siang, gemerlap yang kami rasakan tak mungkin lagi terulang. Nyatanya, perjalanannya untuk memulai babak baru hidup menandakan akhir dari seluruh mimpiku yang melibatkannya. Nyatanya, apa pun arti dari gemerlap yang muncul dalam setiap kebersamaan kami hanya jadi bukti bisu—sensasi dari ingatan yang akan hidup bersamaku. Selalu, selamanya.

“Semoga berhasil.”

Selamat tinggal.

 

I’m good for inspiration, aren’t I?
You will find
Well, close the door and I’ll go anywhere
You take me to from this bed onto so much more
Care for you, I will
Can I have a picture of you tonight?
Keep it with me always in my mind
Touch me cause I can’t move
I can barely breathe
Speechless, breathless
I can’t tell you if I’m here or not
Running both legs tied together
Arms in the air
Care for you, I will
Can I have a picture of you tonight?
Keep it with me always in my mind

(Snow Patrol – Fifteen Minutes Old)

A/N:
Ini sebenernya curang (tapi nggak curang banget sih, haha). Jadi bukannya set playlist dalam mode acak, saya asal pilih aja yang judulnya menarik di playlist. Tapi ini masih tergolong random juga ‘kan ya? 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s