Category Archives: Playlist-Fiction

[DRABBLE] PLAYLIST: Imagination

Kisi – kisi jendela sekongkol dengan matahari. Seketika aku mengernyit, ku dapati silau cahaya pagi menyapa tidurku dan bukan dia yang mengusik lelapku. Ah, dia. Senyumku tanpa sadar tersungging, manifestasi termanis dari perasaan asing ini menyeruak lagi. Rasanya masih sukar percaya. Dia dan aku bersama semalam suntuk. Tidak, tak hanya semalam. Akan ku pastikan dia selalu ada di sisiku setiap fajar, petang, malam, bahkan saat ranjang ini sudah reyot sekalipun. Aku menggeliat, mencari sosoknya dalam balutan selimut kami. Sisi ranjangnya masih hangat, tapi rengkuhanku disambut hampa. Dia sudah bangun. Segera ku sibak balutan kain yang melilit tubuhku, beranjak dari ranjang. Aku sudah merindukannya, lagi.

Sosoknya ku peluk dari belakang. Wanitaku terkesiap. Ia memukul lenganku pelan seiring dengan semburat yang menjalari pipinya. “Good morning,” bisikku. Ia melepas rengkuhanku, kembali menekuni sayuran dengan pisau yang hati – hati dipegangnya. “Aku tak mengharuskan kamu memasak,” ucapku sambil kembali menarik pundaknya ke dalam dekapanku. “Asal kamu bersamaku,” ku kecup puncak kepalanya lama, “Itu saja sudah cukup.”

“Sean,”  tangannya yang kecil mendorong badan besarku menjauh, “Setidaknya biarkan aku berusaha.” Bibirnya mencebik. Aku tertawa kecil, menikmati saat – saat yang ku habiskan bersamanya. Dia tidak tahu saja, sudah terlampau lama aku menginginkannya. Sudah terlampau lama aku memimpikan hidupku bersamanya. Sudah banyak dosa yang ku buat karena membayangkan bibirku dan bibirnya, bersatu. Terlampau banyak anganku, sehingga aku selalu merasa bisa menjadi apapun saat bersamanya.

“Aileen, kamu tahu?”

“Ya?”

“Aku….” Aku mencitaimu.

Aku mengerjap. Di hadapanku, wanita impianku itu mengangkat sebelah alisnya. Hiruk pikuk tempat ini membuat lidahku semakin kelu. Aku berakhir meneguk ludahku sendiri, menyimpan kembali sebaris kalimat tak panjang yang selalu gagal disampaikan mulutku. Bagaimana bisa nyaliku ciut tiap kali bertukar kata dengannya.  Bagaimana bisa dia mengerti bahwa aku terus menerus menginginkan satu orang yang sama untuk menggenapkan jemariku jika aku saja mendadak bisu. Ku ulas sebuah senyum, tak sampai mata.

“Aku…” ulangku ragu.

“Aku tidak tahu harus datang ke pesta pernikahan Karin dengan siapa,” Aku menggigit lidahku. Harapanku bergantung pada jawaban yang dilantunkan oleh bibir tipisnya. Namun tatkala lengannya menggamit lenganku dan bisa ku lirik senyumnya merekah sempurna, rasanya… bahkan aku tak bisa menjelaskan rasanya. Mungkinkah dia juga….

“Sean,” panggilnya santai. Aku menoleh, lantas menyadari sosok yang sedari tadi mengamati kami berdua. “Kita bisa datang bersama,” Ia menggenggam jemari pria itu erat – erat. Semburat merah seakan bersemi di pipinya saat ia menatap mata pria itu dalam – dalam. Aku mengangguk lemah. Ku tarik paksa kedua ujung bibirku sambil sekilas mengamati mereka berinteraksi. Serasi. Ku cecap rasa dari seulas senyum yang ku cetak. Rasanya tak manis, pun tak pahit. Rasanya aku sudah biasa.

Ah, ini salahku karena lupa. Selalu ada dua kemungkinan dalam setiap anganku yang ku rajut dengan bayangannya. Mungkin, malam nanti akan jadi pertama kalinya aku tak membisu. Sehingga dia melihatku, mendengarku, memilihku. Atau mungkin, bisa jadi semuanya hanyalah semu. Hanya sisa – sisa gula yang melekat pada mesin pembuat permen kapas yang tak bisa lepas. Mungkin memang hanya aku dan imajinasiku saja.

***

In my dream,  you’re with me,

We’ll be everything I want us to be,

And from there, who knows?

Maybe this would be the night that we kiss for the first time,

Or is that just me and my imagination? 

(Shawn Mendes – Imagination)

A/N
Setelah sekian lama tanpa yakin ada yang kangen dengan tulisanku yang semakin nggak jelas ini. Hehehe. Ada beberapa hal soal fiksi ini:
  1. Untuk kalian yang dengan baik hati sudah mampir dan menyampaikan pendapat kalian secara langsung, you guys really made my day! Ini dibuat untuk menjawab challenge ‘mushy-gushy’ scene dari kalian. Setidaknya awalnya Sean bahagia, walaupun akhir – akhirnya tetep gitu ya, kekeke.
  2. Di awal, Sean membayangkan bagaimana kalau nanti dia menikahi Aileen. Semoga cukup menggambarkan lirik “I keep craving, craving you,” karena craving for someone itu… yang bagaimana?
  3. Bagi kamu yang juga membaca TOM di Wattpad dan kebetulan membaca fiksi ini, jangan bingung. Ini bukan bagian dari TOM. Hanya kebetulan aku ingin memakai karakter mereka berdua di sini. Anyway, coba tebak siapa pria–selain Sean- yang bersama Aileen! 🙂

[DRABBLE] PLAYLIST: Use Somebody

 

 

Someone like you, and all you know, and how you speak,
Countless lovers under cover of the street,
you know that I could use somebody…

You know that I could use somebody…

(Kings of Leon – Use Somebody)

A Fanfiction by Je Eun
Staring by Krystal Jung and Jessica Jung

.

Tentang Kris Wu,

.
.

| G | Drabble | Hurt/Comfort, Friendship | Jessica-centric

.
.

I don’t own anything apart from the story.
And mine is all just fiction.

Continue reading [DRABBLE] PLAYLIST: Use Somebody

[DRABBLE] PLAYLIST: Say Something

Say something, I’m giving up on you…

I’ll be the one, if you want me to…

(A Great Big World ft. Christina Aguilera – Say Something)

.

.

A Fanfiction by Je Eun
Staring by Jang Hyunseung and Kim Hyuna
.

.

.
| G | Drabble | Romance, Hurt/Comfort | Hyuna-centric

 

 

Continue reading [DRABBLE] PLAYLIST: Say Something